Selasa, 29 Agustus 2017

10 Film Animasi ini Sebaiknya Tidak Ditonton Anak-Anak

Film animasi memang selalu menampilkan visualisasi yang menarik. Warna-warninya yang beragam dan beberapa adegan fantastis seringkali tersaji dalam film animasi. Film animasi juga menjadi ruang untuk berimajinasi tanpa batas, sebut saja misalnya kehadiran tokoh binatang yang bisa berbicara layaknya manusia atau negeri dongeng yang digambarkan seolah nyata.

Oleh karena karakteristiknya yang seperti itu, film animasi seringkali mendapat stereotip sebagai film khusus anak-anak. Padahal, tak sedikit film animasi yang juga mengusung tema dewasa sehingga tidak layak untuk ditonton anak-anak.

Sepuluh film animasi berikut ini bisa menjadi gambaran bahwa tidak semua film animasi cocok untuk ditonton anak kecil.

1. Animal Farm (1954)

film animasi tidak untuk anak animal farm

Animal Farm adalah sebuah film animasi yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya George Orwell. Di zamannya, novelnya sendiri menjadi salah satu karya sastra paling berpengaruh. Hal itu juga yang membuat film ini memiliki kekuatan dari sisi cerita.

Film animasi yang berkisah tentang alegori politik ini diberi rating “X” pada saat perilisannya. Itu artinya film ini tak boleh ditonton oleh anak di bawah usia 18 tahun. Meski menggunakan tokoh-tokoh binatang yang bisa berbicara, namun film ini banyak memuat bahasa dewasa dan adegan kekerasan.

2. Fantastic Planet (1973)

film animasi tidak untuk anak fantastic planet

Sebuah planet antah berantah yang digambarkan dalam film animasi berjudul Fantastic Planet ini ternyata hanyalah sebuah metafora yang merujuk pada pendudukan Soviet atas Cekoslovakie. Ceritanya sendiri berkisah tentang manusia yang dijadikan sebagai binatang peliharaan oleh ras raksasa biru cerdas hingga pada akhirnya manusia menyerang balik.

Fantastic Planet adalah karya debut sineas Prancis, René Laloux. Berkat film ini ia mendapat penghargaan special jury prize pada ajang Cannes Film Festival 1973.

3. Watership Down (1978)

film animasi tidak untuk anak watership down

Watership Down merupakan film animasi yang diangkat dari novel fantasi karya Richard Adams. Bercerita tentang sekelompok kelinci yang terpaksa harus pergi meninggalkan tempat tinggal lama mereka dan berkelana mencari tempat tinggal baru. Meski kisah filmnya sendiri adalah sebuah metafora yang melambangkan perjuangan manusia, namun tema dan visualisasi yang ditampilkan sangat kelam untuk ditonton anak-anak.

4. Akira (1988)

film animasi tidak untuk anak akira

Industri perfilman animasi Jepang memang dikenal sering memproduksi serial animasi khusus dewasa. Akira adalah salah satu dari sekian banyak film animasi tersebut.

Film animasi yang disutradarau Katsuhiro Otomo ini menggambarkan suasana dunia yang kacau dan menampilkan dunia cyberpunk dengan sangat detil. Kisahnya sendiri bercerita tentang geng motor dan seorang pemuda berkekuatan psikis yang berjuang untuk bertahan hidup di tengah kekacauan. Dengan kisah seperti itu, sudah pasti film animasi ini banyak menampilkan adegan kekerasan yang tak pantas ditonton anak kecil.

5. Princess Mononoke (1997)

film animasi tidak untuk anak princess mononoke

Princess Mononoke, sebuah film animasi buatan salah satu studio animasi besar di Jepang, Studio Ghibli. Film ini mengusung tema berat tentang pentingnya hubungan manusia dengan alam sekitar. Hingga saat ini, film karya Hayao Miyazaki ini menjadi film terlaris kedua di Jepang.

Nuansa feminisme dan cinta lingkungan sangat terasa dalam film animasi satu ini. Film ini juga tak lupa menyisipkan beberapa adegan kekerasan berupa pertarungan bersimbah darah. Dengan tema berat dan beberapa adegan kekerasan, Princess Mononoke tak cocok untuk ditonton anak-anak.

6. Metropolis (2001)

film animasi tidak untuk anak metropolis

Film animasi Metropolis terinspirasi dari karya berjudul sama dari Fritz Lang di tahun 1927 dan manga terbitan tahun 1949. Untuk ukuran film animasi, Metropolis menghadirkan visualisasi yang indah dan penokohan yang tak biasa. Musik yang dijadikan soundtrack film pun full jazz. Menghadirkan kisah tentang kekacauan dunia yang terjadi saat manusia dan robot hidup berdampingan.

7. Waking Life (2001)

film animasi tidak untuk anak waking life

Film animasi berjudul Waking Life ini dibuat oleh animator asal Amerika, Richard Linklater. Proses pembuatannya sendiri bisa dibilang cukup unik karena terlebih dahulu mengambil rekaman secara live action baru kemudian diolah secara khusus menjadi animasi oleh tim animator komputer. Film ini juga tak cocok ditonton anak-anak karena banyak dialog filosofis dan provokatif yang ditampilkan dalam film.

8. Triplets Of Belleville (2003)

film animasi tidak untuk anak triplets of belleville

Film animasi asal Prancis ini pernah masuk nominasi Oscar sebagai film Animasi Terbaik. Bercerita tentang seorang nenek yang tengah berusaha menyelematkan cucunya dari kejaran para mafia. Dalam penyelamatannya, sang nenek dibantu oleh trio jazz yang sudah berusia uzur.

Triplets Of Belleville tersaji tanpa dialog dengan menggabungkan nuansa retro dan musik yang apik. Namun tetap saja, kisahnya tak cocok untuk konsumsi anak kecil.

9. Persepolis (2007)

film animasi tidak untuk anak persepolis

Persepolis diangkat dari novel grafis yang ditulis Marjane Satrapi. Kisahnya sendiri merupakan otobiografi dari sang penulis yang menggambarkan tentang kehidupan masa kecilnya pada saat revolusi Iran.

Tema besar film ini adalah tentang sejarah politik Iran. Namun, film ini juga menyertakan banyak tema lainnya seperti agama, pubertas, hubungan keluarga, dan seks. Semuanya disajikan dalam animasi hitam dan putih yang begitu artistik.

10. Waltz With Baschir (2008)

film animasi tidak untuk anak waltz with baschir

Film animasi berjudul Waltz With Baschir ini tak lain adalah film dokumenter yang berkisah tentang pengalaman seorang pria yang hidup di masa perang Lebanon pada tahun 1982. Butuh waktu 4 tahun untuk menyelesaikan film ini. Meski film ini meraih beberapa awards, tema perang sudah pasti tak cocok untuk anak-anak.

Itulah beberapa film animasi yang sebaiknya tidak ditonton oleh anak-anak. Alur cerita serta konten yang ditampilkan tidak layak untuk disaksikan anak kecil.


EmoticonEmoticon